Sabtu, 02 Juni 2012

JARINGAN PARENKIM


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Parenkim merupakan bagian utama system jaringan dasar dan terdapat pula pada berbagai organ sebagai jaringan yang bersinambungan seperti pada korteks dan empulur batang, korteks akar, jaringan dasar pada tangkai daun, mesofil daun, bagian buah yang berdaging, serta juga terdapat floem dan xylem. Pada tubuh primer, parenkim berkembang dari meristem dasar. Dismping itu ada pula parenkim yang menjadi bagian dari jaringan pembuluh berkembang dan berkembang dari prokambium, pada tubuh sekunder parenkim berkembang dari cambium pembuluh serta cambium gabus (felogen).
Parenkim terdiri dari sel hidup yang bermacam-macam bentuk sesuai dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Parenkim umumnya berupa jaringan yang selnya tidak banyak menunjukkan spesialisasi dan dapat terlibat dalam berbagai fungsi fisiologi tumbuhan. Karena merupakan sel hidup, sel parenkim dapat membelah meskipun telah membelah dan menjadi dewasa sehingga dapat  berfungsi sebagi jaringan meristematik. Sebab itu, sel parenkim berperan penting dalam penyembuuhan luka generasi.
Anatomi daun terdiri dari epidermis atas dan epidermis bawah, mesofil sudah terdiferensiasi menjadi parenkim palisade dan parenkim spons (tipe daun dorsiventral).

1.2  Rumusan masalah
1.      Bagaimana cara mengamati dan menggambar berbagai macam bentuk jaringan parenkim menurut bentuk jaringan parenkim dan fungsinya?
2.      Bagaimana mengidentifikasikan zat penyusun penebalan dinding sel parenkim?
3.      Bagaimna mengamati letak parenkim pada organ tubuh?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengamati dan menggambar berbagai macam bentuk jaringan parenkim menurut bentuk jaringan parenkim dan fungsinya.
2.      Untuk mengidentifikasikan zat penyusun penebalan dinding sel parenkim.
3.      Untuk mengamati letak parenkim pada organ tubuh.



























BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Jaringan parenkim
Jaringan parenkim disebut sebagai jaringan dasar karena banyak dijumpai hampir ditiap bagian tumbuhan, dengan karakteristik sel berupa sel hidup, struktur dan fungsi sangat bervariasi, bervakuola besar, dinding sel tipis, terdapat kloroplas dan pigmen lainnya  (Hidayat,1995).
Berdasarkan bentuk, parenkim dibagi menjadi beberapa jenis yakni parenkim palisade dengan bentuk bulat memanjang atau lonjong yang berjajar seperti tiang atau pagar dan dalam parenkim palisade ini terdapat sel klorofil atau zat hijau daun. Bunga karang dengan ruang antar rongga yang sangat besar dan tidak beraturan, pada bunga karang terdapat klorofil dalam jumlah kecil (tidak seperti palisade). Parenkim bintang, dinamakan sesuai bentuknya yang menyerupai bintang karena bersegi lima menjuntai atau lebih. Dan parenkim lipatan yang terdapat pada pinus dan padi, dengan bentuk yang berlipat ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas  (Polunin, 1994).
Sedangkan berdasar fungsi, parenkim dibedakan menjadi parenkim asimilasi yaitu sebagai pembuat zat makanan bagi tumbuhan yang diproses dari fotosintesa di daun. Parenkim penimbun berfungsi dalam menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan berupa hasil fotosintesa, seperti protein, amilum, gula tepung, atau lemak. Parenkim air berfungsi sebagai tempat menyimpan air pada tumbuhan xerofit atau epifit (sedikit air) untuk menghadapi kemarau. Parenkim udara disebut sebagai aerenkim bertugas menyimpan udara dalam kantung besarnya, terdiri dari sel gabus dengan rongga yang besar sehingga membantu menjaga kelebihan air pada tumbuhan dengan habitat perairan. Dan parenkim pengangkut bertugas mengangkut sari makanan hasil proses fotosintesa ke seluruh bagian tumbuhan, sel sesuai dengan bentuk memanjang arah pengangkutannya (Wilking, 1989).
Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim (Kimball,1983).
Jaringan yang menempati di berbagai organ atau jaringan lain dalam tubuh tanaman di sebut jaringan parenkim, sedangkan cirri-ciri dari jaringan parenkim adalah (Sarwono, 2002):
1.      Selnya hidup
2.      Dinding sel tipis
3.      Letak sel tidak merapat
4.      Ukuran sel besar
 Contoh jaringan Parenkim adalah (Estiti, 1995):
1.    Korteks batang dan akar yang terletak di sebelah dalam epidermis.
2.     Klorenkim yaitu jaringan korteks berklorofil. Batang kaktus mempunyai klorenkim disebut juga dengan daging daun, terbagi atas: jaringan palisade (jaringan tiang/ pagar) dan jaringan spon (jaringan bunga karang).
Fungsi dari jaringan parenkim adalah (Sarwono, 2002):
1.    Jaringan yang berklorofil untuk berfotosintesis.
2.    Untuk transportasi ekstrafasikuler.
3.    Tempat penyimpanan makanan cadangan.










BAB III
METODE PENGAMATAN
3.1 Waktu dan Tempat
      Praktikum tentang parenkim ini dilaksanakan pada hari senin 24 april 2012 pukul 09.00-11.30 WIB, dan dilaksanakan di laboratorium Biologi Dasar Utara Jurusan Biologi fakultas Sains dan Teknologi Universitas islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
3.2 Alat dan Bahan
     3.2.1 Alat
      Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
a.       Mikroskop                        1 buah
b.      Objek glass                       5 buah
c.       Deck glass                        5 buah
d.      Cutter                               1 buah
       3.2.2 Bahan
      Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah
a.       Zea mays                          secukupnya
b.      Musa paradisiaca secukupnya
c.       Hibiscus rosasinensis       secukupnya
d.      Canna indica                    secukupnya
e.       Biji kacang                       secukupnya
f.        Genjer                              secukupnya
g.      Opuntia sp                        secukupnya

 3.3 Cara kerja
       3.3.1 Zea mays
      a. Diambil bagian batang Zea mays
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya
        3.3.2 Canna indica
      a. Diambil bagian batang Canna indica
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya
        3.3.3 Musa paradisiaca
      a. Diambil bagian kulit Musa paradisiaca
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya
         3.3.4 Hibiscus rosasinensis
      a. Diambil bagian batang Hibiscus rosasinensis
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya

          3.3.5 Biji kacang
      a. Diambil bagian biji kacang
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya
        3.3.6 genjer
      a. Diambil bagian batang genjer
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya
        3.3.7 Kaktus (Opuntia sp)
      a. Diambil bagian batang Opuntia sp
      b. Dibuat preparat sayatan
      c. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10
      d. Diamati jaringan parenkimnya











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
            4.1.1 Tangkai daun bunga kana (Canna indica)
Literatur
Hasil pengamatan



(http://www.geocities.com/2009)



(10×10)

            Keterangan:
1.      Aerenkim
2.      Parenkim udara dengan penyusun bercabang seperti bintang dengan ruang antar sel besar.
            4.1.2 Tangkai genjer
Literatur
Hasil pengamatan
(http://www.geocities.com/2009)


(4×10)

            Keterangan:
1.      Ruang antar sel
2.      Dinding sel
3.      Klorofil
4.      Parenkim udara dengan sel penyusun isodiametris
            4.1.3 Daun kaktus (Opuntia)
Literatur
Hasil pengamatan
(http://www.geocities.com/2009)



(10×10)

            Keterangan:
1.      Epidermis
2.      Hijau kloroplas
3.      Parenkim air
4.      Ruang antar sel.
            4.1.4 Daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
Literature
Hasil pengamatan

(http://www.geocities.com/2009)


(40×10)
Keterangan:
1.      Ruang antar sel
2.      Parenkim palisade

4.1.5        Kulit buah pisang (Musa paradisiaca)
Literature
Hasil pengamatan

(http://www.geocities.com/2009)



(40×10)
           
Keterangan:
1.      Parenkim butir-butir pati
2.      Butir-butir tepung

4.1.6        Kacang tanah (Arachis hypogae)
Literatur
Hasil pengamatan

(http://www.geocities.com/2009)



(10×10)
           
Keterngan:
1.      Butir pati
2.      Parenkim dengan butir pati

4.1.7        Jagung (Zea mays)
Literatur
Hasil pengamatan
(http://www.geocities.com/2009)


(10×10)
Keterangan:
1.      Dinding berliku-liku
2.      Jaringan pengangkut
3.      Parenkim aerenkim

4.2        Pembahasan
4.2.1 Tangkai daun bunga kana (Canna indica)
            Menurut pengamatan kami pada tangkai daun bunga kana ini terdapat aerenkim dan parenkim udara dengan penyusun bercabang seperti bintang dengan ruang antar sel besar.
Sedangkan menurut Sutrian (1992), parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit. parenkim udara sering dijumpai pada tumbuhan angiospermae yang hidrofit atau hidup di air, ruang-ruang antar selnya mempunyai volume yang nyatanya relatif besar. Ruang-ruang antar sel juga saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Dengan kondisi yang demikian, maka bagi tumbuhan tersebut, udara yang terdapat dalam ruang antar sel itu tidak saja memberikan sistem aerasi yang baik, melainkan memberikan kemampuan bagi tumbuhan agar dapat terapung dalam air. Hal ini menggambarkan bahwa hasil pengamatan kami tidak sesuai dengan literature. Pada literature di sebutkan parenkim udara banyak ditemukan pada tumbuhan hidrofit, sedangkan kana tidak termasuk tumbuhan  hidrofit.
4.2.2 Tangkai genjer
            Menurut pengamatan kami pada tangkai genjer ini terdapat ruang antar sel, dinding sel dan klorofil, sedangkan pada tangkai genjer ini termasuk parenkim udara dengan sel penyusun isodiametris.
Tangkai genjer ruang antar selnya besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya parenkim pada tangkai genjer.
4.2.3 Dau kaktus (Opuntia)
Parenkim air terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering, misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.
Menurut Sutrian (1992), dalam parenkim air banyak mengandung air, dimana air terikat dalam vakuola dari sel-sel secara aktif. Hal ini berkaitan dengan adaptasi penyimpanan air. Parenkim air banyak dijumpai pada tumbuhan xerofit atau epifit sebagai penyimpan air untuk menghadapi kedaan kering. Hal ini menggambarkan bahwa hasil pengamatan kami sesuai dengan literature bahwa pada tumbuhan xerofit atau epifit terdapat parenkim air yang guna untuk keperluan tumbuhan tersebut terhadap kebutuhan air.
4.2.4 Daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
Menurut Santoso (1987), parenkim palisade merupakan penyusun mesofil daun, kadang-kadang pada biji, dengan bentuk sel panjang, tidak mengandung banyak kloroplas.  Masing-masing sel jaringan ini mempunyai sitoplasma (yang seakan-akan membentuk lapisan tipis yang melekat pada dinding sel), sebuah inti sel dan sebuah vakuola besar dimana di dalamnya terdapat air atau lender.
4.2.5 Kulit buah pisang (Musa paradisiaca)
            Menurut pengamatan kami pada kulit buah pisang ini terdapat parenkim butir-butir pati dan butir-butir tepung.
Sedangkan menurut Kimball (1993), sel-sel parenkim sering mengandung kristal-kristal, lemak, minyak, dan sekresi lain, zat tepung, butir aleuron, dan plastida. Plastida merupakan daerah yang terbanyak yang tidak terkena cahaya matahari dan disebut sebagai plastida tidak berwarna. Hal ini menggambarkan bahwa hasil pengamatan kami sesuai dengan literatur bahwa pada parenkim terdapat butir-butir tepung.
4.2.6        Kacang tanah (Arachis hypogae)
Menurut pengamatan kami bahwa pada kacang tanah terdapat butir pati dan termasuk parenkim butir-butir pati.
                Menurut Soerodikoesoemo (1987), ciri khas parenkim antara lain sel-selnya banyak mempunyai ruang-ruang antar sel karena sel-selnya membulat, meskipun terdapat prenkim yang tidak terdapat ruang antar sel. Hal ini emnggambarkan bahwa hasil pengamatan kami sesuai dengan referensi bahwa terdapat ruang-ruang antar sel pada sel parenkim.
4.2.7   Jagung (Zea mays)
Menurut pengamatan kami bahwa pada jaging terdapat jaringan pengangkut dan termasuk parenkim aerenkim.
Jagung merupakan tanaman mokotil.Tanaman vegetatif mewakili generasi sporofita diploid.Meiosis terjadi pada bunga jantan diwakili oleh tassels dan bunga betina oleh ears.Mikrospora haploid (spora jantan) berkembang menjadi serbuk sari dan megaspore haploid (spora betina) membelah secara mitosis membentuk megagametofita.Telur dibentuk di dalam megagametofita.Penyerbukkan mengarah kepembentukkan buluh serbu sari yang berisi dua sel sperma (mikrogametofita).Terakhir, hasil penyerbukkan ganda membentuk zigot diploid, tahap pertama terbentuk generasi baru sporofit dan tahap akhir sel endosperma triploid (Tjitrosoepomo, 2005).
Sedangkan menurut Sutrian (1992), parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit. parenkim udara sering dijumpai pada tumbuhan angiospermae yang hidrofit atau hidup di air, ruang-ruang antar selnya mempunyai volume yang nyatanya relatif besar. Ruang-ruang antar sel juga saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Dengan kondisi yang demikian, maka bagi tumbuhan tersebut, udara yang terdapat dalam ruang antar sel itu tidak saja memberikan sistem aerasi yang baik, melainkan memberikan kemampuan bagi tumbuhan agar dapat terapung dalam air. Hal ini menggambarkan bahwa hasil pengamatan kami tidak sesuai dengan literature. Pada literature di sebutkan parenkim udara banyak ditemukan pada tumbuhan hidrofit, sedangkan jagung tidak termasuk tumbuhan  hidrofit.


















BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
  1. Jaringan parenkim adalah jaringan yang dapat ditemukan hampir disetiap bagian tumbuhan, karena merupakan jaringan dasar dari penyusun tumbuhan tersebut. Jaringan parenkim berasal dari jaringan meristem yang mampu terus berkembang dan kemudian menjadi dewasa. Mesofil adalah jaringan yang berada diantara epidermis bawah dan epidermis atas yang terdapat pada tumbuhan. Di sana terdapat palisade dan bunga karang.
  2. Jaringan parenkim terbagi atas palisade, bunga karang, bintang, dan lipatan. Dengan fungsi sebagai parenkim asimilasi (pembuat zat makanan), penimbun (sebagai cadangan makanan), (jalur transpirasi) udara, (tempat cadangan) air dan pengangkut (hara dan produk fotosintesa). Seperti yang terdapat pada preparat yang telah diamati.












DAFTAR PUSTAKA

Alberts B. 2002. Molecular Biology of The Cell. New York and London: Garland Science NCBI Books.
Campbell. 2003.  BIOLOGI Edisi kelima- jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Hidayat,estiti. 1995. Morfologi tumbuhan. Jakarta: Depdek gub winatasumita.
Kimball, john W. 1983. Biologi edisi ketiga- jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Kimball, John. W. 1993. Biologi Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Polunin, nicholas. 1990. Pengantar geografi tumbuhan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada press.
Santoso, Woelaningsih dkk. 1987. Anatomi Tumbuhan. Jakarta: penerbit karnunika Jakarta Universitas Terbuka.
Sarwono, B. 2002. Morfologi tumbuhan. Jakarta: Argomedia puastaka.
Sutrian, Yayan. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuhan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Tjitrosoepomo, Gembong,2005, Morfologi Tumbuhan ,Gadjah Mada University Press,Yogyakarta

Willking. 1989. Fisiologi Tanaman II. Bandung : Bina Angkasa.

Yatim, W. 2000. Embriologi. Semarang : CV. Tarsito.
                  










LAPORAN PRAKTIKUM
STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN II
PARENKIM

Dosen pembimbing
Evika sandi savitri, SP. M. P.

Oleh:
Farhan Afriansyah
10620099


asli uin - Copy









JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites