Minggu, 20 Mei 2012

TUMBUHAN UNTUK OBAT KESEHATAN DAN KOSMETIK


A.  Teh (Camellia sinensis L.)
Tanaman teh umumnya telah dikenal penduduk Indonesia terutama sebagai penyegar minuman, kata latinnya Camellia  sintesis (L.) o. Kuntze, termasuk familia Theaceae. Selain di Indonesia tumbuh pula di India, Srilangka, dan Cina (Kartasapoetra, 1992).
Menurut Arisandi (2008), tanaman teh umumnya ditanan di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200-2300 m dpl. Teh berasal dari kawasan India bagian Utara dan Cina Selatan. Ada dua kelompok varietas teh ang terkenal, yaituassamicayang berasal dari Assam dan sinensis yang berasal dari Cina. Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing, sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul. Pohon kecil, karena sering dipangkas, tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5-10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6-18 cm, lebar 2-6 cm. Warnanya hijau, permukaan mengkilap. Bunga di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga bergabung menjadi satu. Berkelamin dua, garis tengah 3-4 cm, warna putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum, buahnya kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau, setelah tua cklat kehhtaman. Biji keras sebanyak 1-3 dengan diameter 1,5 cm, masih muda kuning muda setelah tua coklat. Pucuk dan daun muda digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan dengan biji, setek, sambungan atau cangkokan.
Batang dari tumbuhan ini berkayu (lignosus) karena batangnya keras dan kuat serta sebagian besar terdiri atas kayu. Tumbuhan dengan batang yang berkayu ini biasanya dijumpai pada pohon-pohon dan semak-semak.batangnya bercabang-cabang dengan ujung ranting yang berambut.Warna dari batangnya adalah coklat kehijauan.
Daun dari Camellia sinesis merupakan daun tunggal yang letaknya tersebar.Pada tiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun atau disebut juga dengan istilah folia sparsa.Helai-helai daunnya berbentuk sudip melebar sampai sudip memanjang.Ujung dan pangkal daunnya runcing.Susunan tulang daunnya menyirip (penninervis), yaitu mempunyai satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung, dan merupakan terusan tangkai daun.Dari ibu tulang ini ke samping ke luar tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan, oleh sebab itu dinamakan bertulang menyirip.Tepi daun dari tumbuhan ini bergerigi.Daunnya berwarna hijau.
baca selngkapnya:

Akar merupakan bagian pokok yang nomer tiga (disamping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus.Akar dari tumbuhan ini merupakan akar tunggang.Disebut akar tunggang jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil.Teh mempunyai akar yang berwarna putih kotor.
Kandungan zat pada daun-daunnya 1%-4% kofeine, 7%-15% tanin dan sedikit minyak atsiri. Dalam penggunaan sebagai obat antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida, petiklah kuncup daun berikut 2-3 helai daun di bawahnya, digulung dan difermentasikan untuk kemudian diberikan pada si penderita (Kartasapoetra, 1992).
Daun Camellia sinensis ini berkhasiat untuk obat mencret dan obat pening. Untuk obat mencret dipakai 20 gram daun muda segar. Direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring.Hasil saringan diminum sekaligus.
Kandungan zat pada daun-daunnya 1%-4% kofeine, 7%-15% tanin dan sedikit minyak atsiri. Dalam penggunaan sebagai obat antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida, petiklah kuncup daun berikut 2-3 helai daun di bawahnya, digulung dan difermentasikan untuk kemudian diberikan pada si penderita (Kartasapoetra, 1992).
Selain manfaat di atas, daun teh juga digunakan untuk obat sakit kepala, diare, kolesterol dan trigliserida darah tinggi, kencing manis, infeksi saluran cerna, mengurangi terbentuknya karang gigi, penyubur dan menghitamkan rambut.
Daun teh berbau aromatik dan sedikit pahit. Daun mengandung kafein (2-3%), theobromin, theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak atsiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Tanin mengandung zat epigallocatechin galat, yang mampu mencegah kanker lambung dan kerongkongan (Arisandi, 2008)
B.   Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia, Swingle.)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Jeruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2.5 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwana (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari  langsung (Arisandi, 2008).
Habitus tumbuhan ini perdu dengan tinggi 3.5 m. Batangnya berkayu, bulat, berduri, warna putih kehijauan. Daunnya majemuk, elips atau bulat telur, pangkal membulat, ujung tumpul, tepi beringgit, panjang 2,5-9 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, tangkai 5-25 mm, bersayap, warna hijau. Akarnya merupakan akar tunggang yang berbentuk bulat dengan warna putih kekuning-kuningan. Bunganya  majemuk atau tunggal, diketiak daun atau diujung batang, diameter 1,5-2,5 cm, kelopak berbentuk mangkok, berbagi empat sampai lima, diameter 0,4-0,7 cm, putih kekuningan, benang sari 0,4-0,9 cm, kuning, bakal buah bulat, hijau kekuningan , tangkai putik silindris, putih kekuningan, kepala putik bulat, tebal, kuning, daun mahkota empat sampai lima, bulat telur atau lanset, panjang 0,7-1,25 cm, lebar 0,25-0,50 cm, putih. Buahnya buni, diameter 3,5-5 cm, masih muda hijau setelah tua kuning.Yang disebut buah buni ialah buah yang dindingnya mempunyai dua lapisan, ialah lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit (belulang) dan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair seringkali dapat dimakan. Biji-bijinya terdapat bebas dalam bagian yang lunak itu. Buah buni dapat terjadi dari satu atau beberapa daun buah denagn satu atau beberapa ruangan. Dari buah ini yang dapat kita makan bukan kulit buah yang sebelah dalam, melainkan salut bijinya (arillus). Bijinya berbentuk bulat telur, pipih dan berwarna putih kehijauan.
Daun Citrus aurantifolia berkhasiat untuk obat batuk, obat penurun panas, dan obat pegal  linu. Untuk obat batuk dipakai 1 buah segar. Buah dibelah dan diperas, air perasan ditambah 1 sendok teh  madu lalu diminum sekaligus.
Selain manfaat di atas, jeruk nipis juga bermanfaat sebagai obat amandel, malaria,ambeien, sesak napas, influenza, sembelit, terlambat datang bulan, perut mulas pada waktu haid, disentri, perut mual, dan menghilangkan kelelahan.
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat, misalnya limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asam sitrat (Arisandi, 2008).
Biji mengandung saponin yang beracun dan mengandung minyak. Kafein mempercepat pernapasan, perangsang kuat pada susunan saraf pusat dan aktivitas jantung. Theofilin efek diuretik kuat, menstimulir kerja jantung dan melebarkan pembuluh darah koroner. Theobromin terutama mempengaruhi otot. Dari hasil penelitian, flavonoid yang merupakan antioksidan polifenol pada teh mampu memperkuatdinding sel darah merah dan mengatur oksidasi LDL sehingga mengurangi terjadinya proses artherosklrosis di pembuluh darah yang selanjutnya akan mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung koroner (Arisandi, 2008).

C.  Alpukat (Persea gratissima Gaertn.)
Pohon buah dari Amerika tengah ini tumbuh liar di hutan-hutan. Banyak juga ditanam di kebun dandi pekarangan yang lapisan tanahnya gembur dan subur serta tidak tergenang air.walau dapat berbuah berbuah di dataran rendah, tapi hasil akan lebih memuaskan bila ditanam pada ketinggian 200-1000 m dpl, di daerah tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya (Arisandi, 2008).
Pohon kecil, berhabitus perdu dengan tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat warnanya coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1.5-5 cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, berbentuk jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm. Daun muda berwarna kemerahan dan berambut rapat, sedangkan daun tua warnanya hijau dan gundul (Arisandi, 2008).
Bunganya majemuk, berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buni, berbentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sama sekali berbiji satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanga hijau, kekuningan. Biji bulat, diameter 2.5-5 cm, keping biji putih kemerahan. Buah alpukat yang masak daging buahnya lunak, berlemak biasanya dimakan sebagai es campur atau juice. Minyaknya untuk keperluan kosmetik. Perbanyakan ddengan biji, cara okulasi dan cara enten (Arisandi, 2008).  
Alpukat memiliki banyak manfaat.Bijinya digunakan dalam industri pakaian sebagai pewarna yang tidak mudah luntur.Batang pohonnya dapat digunakan sebagai bahan bakar.Kulit pohonnya digunakan sebagai pewarna warna cokelat pada produk dari bahan kulit.Daging buahnya dapat dijadikan hidangan serta menjadi bahan dasar untuk beberapa produkkosmetik dan kecantikan. 
Kulit buah alpukat rasanya kelat dan tidak beracun. Biasanya digunakan untuk pengeluaran air seni dan obat sariawan.Selain itu, minyak dari buah alpukat digunakan untuk masker wajah.
Daun mempunyai aktivitas anti bakteri dan menghambat pertumbuhan Staphyllococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan E. Ramstad 1975). Daunnya pahit, kelat, yang berguna sebagai peluruh kencing. Biji berguna sebagai obat anti radang, dan menghilangkan rasa sakit. Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida, dan flavonoida. Buah mengandung tanin, daun mengandung polifenol, quersetin, dan gula alkohol persiit.
Manfaat dari tumbuhan ini adalah sebagai obat sariawan, melembabkan kulit yang kering, kencing batu, sakit kepala, darah tinggi (hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung, saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit gigi, kencing manis, menstruasi tidak teratur.

D.  Kumis Kucing (Orthosiphon aristatum)
Tumbuhan ini terna , tumbuh tegak, bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m. Batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi tak teratur, kedua permukaan berbintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan, keluar dari ujung-ujung cabang, warna ungu pucat, biru atau putih. Benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk warna coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan ketinggian sedang (Arisandi, 2008).
Daunnya berbentuk bundar telur lonjong, lanset, lancip atau tumpul pada bagian ujungnya, ukuran daun panjang  1-10 cm, lebarnya 7,5 mm - 1,5 cm, urat dau sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7-29 cm. Bunganya bibir, mahkota berwarna ungu pucat atau putih, dengan ukuran panjang 13-27 mm, dibagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung  10-18 mm, panjang bibir 4,5-10 mm, helai bunga tumpul, bundar, benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas.
Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat. Biasanya digunakan sebagai bahan obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik).Digunakan juga sebagai penyembuhan batuk encok, masuk angin dan sembelit. Selain itu, daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis.

E.   Lidah Buaya (Aloe vulgaris)
Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga). Banyak di Afrika bagian utara, Hindia Barat. Lidah buaya berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenan dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya muncul menjadi anakan. Lidah buaya yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.Batang lidah buaya juga dapat di stek untuk memperbanyak tanaman.Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini muncul tunas-tunas baru atau anakan (Arisandi, 2008).
Daun lidah buaya berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau ke abu –abuan, bersifat sukulen ( banyak mengandung air ) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel ) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena didalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air.Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing berbentuk taji, tebal, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas atau berduri kecil dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, lebarnya 2 – 6 cm, dengan berat 0,5 kg dan daun melingkar rapat di sekeliling batang berlapi-lapis (Arisandi, 2008).
Bunga lidah buaya berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun.Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter.Bunga biasanya muncul bila ditanam dipegunungan. Tumbuhan ini berhabitus herba. Kandungan bahan kimianya berupaAloin, barbaloin, isobarbaloin,  aloe-emodin, aloenin, aloesin (Arisandi, 2008).
Akar – akar tanaman lidah buaya berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah.Panjang akar berkisar antara 50 -200 cm. untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.
Pemanfaatan lidah buaya semakin lama semakin berkembang.Mula – mula lidah buaya hanya dikenal sebagai obat luar, dengan berbagai kegunaan.Lidah buaya berkhasiat untuk menyuburkan rambut, pelembab kulit, pencuci rambut, krim cukur, pembersih muka, perawatan kulit, rambut rontok, bahan makanan dan minuman kesehatan.Namun, sekarang juga bisa digunakan untuk penyakit wasir, penyakit diabetes mellitus, penyakit luka bakar, penyakit sembelit, penyakit batuk yang membandel dan penyakit radang tenggorokan.


F.   Mengkudu (Morinda citrifolia)
Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian. Dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian tanah 1500 m dpl. Merupakan tumbuhan asli Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bunga bongkol kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap, berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi totol-totol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang di pinggiran kebun rumah (Arisandi, 2008).
Tumbuhan ini berhabitus perdu  atau pohon kecil yang tumbuh membengkok tinggi mencapai  3-8 m, tajuknya suklalu  hijau sepanjang tahun. Kayu  mengkudu mudah sekali  di belah setelah di keringkan . Bisa digunakan untuk  penompang  tanaman lada.
Batangnya bengkok- bengkok, berdahan kaku, kasar . Kulit batang coklat keabu-abuan atau cokelat kekuning- kuningan, berbelah dangkal,  tiak berbulu,  anak cabangnya bersegi empat. Tumbuhan ini berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap- hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal, bentuk Jorong – lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. Tepi daun rata, ujung  lancip pendek. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. Ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk  segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran.Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A Benang sari tertancap di mulut.
Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergangang 1-4 cm. Bunga  tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan  dengan  daun yang tumbuh normal. Bunganya  berkelamin  dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya mencapai 1,5 cm. Benang sari  tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua.Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan.Bunganya putih harum. Buahnya Lonjong bulat telur seperti kapsul dan penuh dengan benjolan. Ketika masih mentah berwarna hijau muda, ketika matang agak kekuningan, lembek dan berair.Biji kecil-kecil, coklat kehitaman dan banyak.Ukuran panjangnya 5-10 cm. Tumbuhan ini memiliki akar tunggang.
Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap.Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu.Sari buah mengkudu mengandung zat aktif yang dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S. scotmuelleri, S. typhi, dan Shigella dusenteriae, S. flexnerii, S. pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus. Mengkudu juga mengandung senyawa scolopetin yang sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi, Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine.Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar.Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya.Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.Akarnya untuk mewarnai batik dan anyaman pandan, daun muda biasa dikukus dan direbus sebagai sayuran atau untuk membungkus ikan.Buah muda direbus untuk lalab; buah setengan matang untuk rujak, dan yang matang untuk membersihkan karat pada logam atau untuk keramas.Selain itu, akar, daun, buah, bunga atau kulit batang tanaman ini dapat juga digunakan sebagai obat batuk, sariawan, tekanan darah tinggi, radang empedu, melancarkan kencing, disentri, sakit lever, cacingan.
Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol (Arisandi, 2008).

G.  Mentimun (Cucumis sativus)
Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.) yang termasuk suku labu-labuan atau Cucurbitaceae merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Ketimun di budidayakan di ladang, halamn rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembapan udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan sinar matahari penuh drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para. Tanaman ini berasal dari pengunungan Himalaya di India Utara (Arisandi, 2008).
Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim, setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik.Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.
Mentimun mempunyai batang yang berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 m. Mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar dari sisi tangkai daun. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar.Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi.Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau.Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai sebagai lalap mentah atau dikukus.Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus atau disayur.Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.
Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu.Tanaman mentimun mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin pitih dan setelah tua warnanya kuning kotor.Daging buah mentimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan.Didalam buah banyak terdapat biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.
Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, panjang 10-30 cm, bagian pangkal berbintil, dan banyak mengandung cairan. Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan.Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih.Bentuk buah memanjang seperti torpedo.Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang.Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.
Khasiat tumbuhan ini adalah untuk perawatan kulit, mentimun memiliki sifat diuretic, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi, vitamin A, B, dan C, serta mineral seperti magnesium, kalium, mangan,  dan silika, membuat mentimun menjadi bagian pentingdalam perawatan kulit. Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengecangkan kulit.Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.Mentimun kaya akan kandungan silika, dapat mencegah pecah dan rusaknya kuku-kuku di jari kaki dan tangan.Dapat juga untuk menyuburkan rambut, mentimun mengandung silika. Jus mentimun yang dicampur dengan wortel, bayam, dan selada akan membantu penyuburan rambut. Silika terdapat dalam jaringan ikat didalam tubuh.Senyawa ini membantu pertumbuhan rambut yang bagus dan tulang yang sehat.

H.  Sambiloto (Andrographis paniculata)
Sambiloto (Andrographis paniculata), adalah sejenis tanaman herba dari familyAcanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka.Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika.
Tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lembab atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna semusim, tinggi 50-90 cm, banyak cabang berbentuk segi empat dengan nodus yang membesar. Daun tunggal bertangkai pendek, letaknya berhadapan bersilang, bentul laanset, pangkal runcing, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, lebar 1-3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentung tabung kecil-kecil, warna putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panjang 1.5 cm, lebar 0.5 cm, pangkal dan ujung tajam. Bila masak akan pecah membujur menjadi 4 keping. Biji gepeng kecil, warna coklat muda. Perbanyakan biji atau setek batang (Arisandi, 2008).
Batang sambiloto berkayu, berpangkal bulat, berbentuk segi empat saat muda dan bulat setelah tua, percabangan monopodial, dan berwarna hijau.Daun kecil-kecil berbentuk lanset, pangkal rata, permukaan berwarna hijau tua, tepi tidak bergerigi.Bunga berwarna putih kekuningan dan bertangkai. Buah berbentuk jorong kecil, bila tua akan pecah menjadi 4 keping. Bunganya berwarna putih atau ungu dan berbunga sepanjang tahun. Bunganya berkumpul dalam tandan yang keluar dari ketiak daun atau ujung batang.
Daunnya tunggal, letak berhadapan, panjang 2-8 cm, lebar 1-3 cm, helaian daun bentuknya lanset, tangkai daun sangat pendek, tepi rata, pangkal runcing, dan ujung meruncing, permukaan atas daun berwarna hijau tua dan bagian bawah berwarna lebih muda.
Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik.Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911.Andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol.Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu.
Sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis. Ayurveda adalah salah satu sistem pengobatan India kuno yang mencantumkan sambiloto sebagai herba medis, dimana sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda.
Selain berkhasiat melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).
Andrographolide juga memiliki khasiat meningkatkan kekebalan tubuh, dengan cara meningkatkan pembelahan limfosit dan produksi interleukin-2. Khasiat sitotoksik limfosit ditingkatkan oleh Andrographolide, yang membuatnya memiliki khasiat tidak langsung terhadap penghambatan sel kanker.
Manfaat dari tumbuhan ini adalah untuk mengatasi diabetes mellitus, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, bronchitis, atasi kanker, TBC, hipertensi, kusta, keracunan, dan kencing nanah.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites